Utama

Utama 2

Geng Stress

TAWARAN HANGAT!!

BANNER UTAMA (728X90) = RM200/ sebulan



BANNER+IKLAN TEKS +ENTRY- RM250/ SEBULAN


REVIEW / ADVERTORIAL - RM50


APA TUNGGU LAGI?? SILA EMAIL


akustress3@gmail.com


Kongsikan Entri Kami

Sunday, 1 April 2012

Cool : Perkampungan Melayu Berwarna-Warni Di Afrika Selatan (5 Gambar)


Pada abad ke-17, ketika Syarikat Hindia Timu menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara, pengasingan orang-orang yang menjadi tahanan politik dan hamba dilakukan hingga nun jauh ke benua hitam, Afrika.

Orang-orang buangan tersebut ditempatkan di Bo-Kaap, sebuah kawasan di Cape Town, Afrika Selatan. Dari generasi ke generasi, mereka beranak-pinak dan akhirnya membentuk perkampungan melayu. Secara tak sengaja pula, pembuangan tersebut akhirnya menjadi penyebab menyebarnya agama Islam di Tanjung Harapan.

Menurut data, populasi muslim di Afrika Selatan kini mencapai 1.5% dari keseluruhan 44 juta penduduk di sana.

Rumah-rumah di Bo-Kaap bercorak khas, paduan antara gaya Timur dan neoklasik. Jalan-jalannya masih buatan batu asli dari abad ke-17, ditambah cat rumah yang berwarna-warni sehingga menambah keunikan kota ini. Perkampungan yang unik itu dikenal sebagai Kampung Melayu atau The Malay Quarter.



Penduduknya kebanyakan keturunan pendatang dari Kepulauan Melayu termasuklah dari Malaysia (Tanah Melayu ketika itu) dan Indonesia, yang tiba di Benua Afrika sejak 300 tahun lalu.

Sekali imbas, mereka tidak kelihatan seperti seseorang yang berketurunan Melayu. Nama panggilan mereka memang nama-nama islam khas Melayu, tetapi nama keluarganya Barat, akibat peraturan dua abad lalu yang mengharuskan mereka memiliki nama yang mudah diucapkan penjajah Belanda.Tambahan pula, mereka tidak berbahasa Melayu, tetapi Inggeris dan Afrikaans, sejenis bahasa Belanda. Hanya beberapa perkataan Melayu sahaja yang masih terselip dalam bahasa mereka.

Menurut ahli-ahli sejarah, orang Kepulauan Melayu pertama yang tiba di Afrika Selatan terdiri terdiri daripada hamba-hamba atau pekerja paksa yang diangkut ke sana oleh pemerintah Hindia Belanda. Menurut data muzeum di Bo-Kaap, selama tempoh 1652 sampai 1808 tercatat sebanyak 4890 hamba yang tiba di Cape Town, di antaranya 1033 berasal dari Kepulauan Melayu.



Sumber : Here

 

5 comments:

Anonymous said... Best Blogger Tips

ceria..nampak bersih jer

amoy nara said... Best Blogger Tips

Colourfull... sgt mnarik perhatian..

ben xii said... Best Blogger Tips

nice meleis

che sakinah said... Best Blogger Tips

been here.. :D
jumpa orang disana, mereka kata muka saya macam cape malay.. hahaha.. ade ke patut! lols :)

Miss Cruelzz said... Best Blogger Tips

waaaooo....i like!!Colourful...

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...